Hati-Hati Dengan Dongeng si Kancil September 11, 2009
Posted by ypiannur in Cerita Anak Islami.Tags: dongeng si kancil
add a comment
Hati-Hati Dengan Dongeng si Kancil
Menurut David McClelland, seorang psikologis dari Amerika, kepribadian seseorang selama 25 tahun pertama kehidupannya ternyata dibentuk dari dongeng atau cerita yang sering ia baca atau dengar sejak kecil. Teori ini agaknya benar karena saya sendiri merasa, gara-gara sejak kecil sering membaca segala macam dongeng dan komik, saat ini memiliki daya imajinasi yang tinggi. Sebaliknya, salah seorang teman saya yang saya tahu lebih sering menggunakan akal sehat ketimbang berimajinasi, ternyata jarang sekali membaca dongeng pada saat ia kecil dahulu.
Gara-gara teori ini saya jadi tergelitik untuk membaca ulang beberapa dongeng yang sering saya baca dahulu. Dan salah satunya adalah dongeng mengenai si kancil. Dari yang tertangkap oleh pak tani gara-gara suka nyolong timun, hingga yang harus menanggung malu gara-gara kalah lomba lari oleh kura-kura.
Nah, mengapa di sini saya katakan kita harus berhati-hati terhadap dongeng si kancil? Ingat, selama ini kita mengenal kancil sebagai binatang yang bandel tapi cerdik. Padahal, di beberapa kisahnya, kancil bukan lah cerdik, melainkan licik.
Ingat bagaimana ketika ia memperdaya anjing pak tani agar bisa lolos dari perangkap yang menjeratnya? Di sini seolah kita mengamini perbuatan kancil yang menghalalkan segala cara agar bisa lepas dari hukuman perbuatannya yang tidak baik (mencuri timun milik pak tani). Padahal bisa saja pak tani telah bersusah payah untuk merawat timun-timun tersebut dan hasil panennya nanti digunakan untuk menghidupi keluarganya.
Lalu coba ingat kembali, bagaimana kancil memperdaya buaya-buaya yang tinggal di sungai hingga akhirnya mereka justru membiarkan kancil lewat dan menyeberang dengan selamat? Memang sekilas terlihat bahwa kancil menggunakan akalnya untuk bisa memecahkan masalah yang ia hadapi. Namun yang menjadi persoalan, ia sebenarnya menggunakan akalnya untuk menipu para buaya.
Dari kedua kasus cerita kancil di atas, dapat disimpulkan bahwa kita perlu berhati-hati dalam menceritakan dongeng si kancil kepada anak kita. Jangan sampai, yang mereka tangkap justru kelicikan si kancil dan bagaimana ia memanfaatkan kecerdikkannya untuk kepentingan diri sendiri dan menghalalkan segala cara.
Mungkin sebagai alternatif, ceritakan pula dongeng si kancil yang berbalap lari dengan kura-kura, karena nilai moral pada kisah tersebut justru lebih gamblang untuk dicerna.
Atau bisa juga dengan menceritakan kisah-kisah motivasi yang ada di DongengMotivasi.Com
Terbukti banyak disuka oleh anak-anak dan direkomendasikan oleh orang tua dan guru TK loh, hehehe.
Satu yang penting, biarkan imajinasi dan impian anak-anak berkembang. Don’t let them stop dreaming. Karena itulah nanti yang akan membimbing mereka menuju kesuksesan.
Cosa Aranda adalah seorang full-time internet marketer dengan spesialisasi pada blog monetizing dan digital product creation.
AKPC_IDS += ”,”;
AKPC_IDS += “295,”;
Artikel “Hati-Hati Dengan Dongeng si Kancil” ini pertama kali dipublikasikan pada tanggal September 5th, 2009 di direktori artikel KirimArtikel.Com. Kunjungi Artikel.IM untuk kumpulan artikel bisnis internet.
Cerita Anak : Kisah Raja dan Kura-Kura September 11, 2009
Posted by ypiannur in Cerita Anak Islami.2 comments
Di Benares, India, hidup seorang raja yang sangat gemar berbicara. Apabila ia sudah mulai membuka mulutnya, tak seorang pun diberi kesempatan menyela pembicaraannya. Hal ini sangat mengganggu menterinya. Sang menteri pun selalu memikirkan cara terbaik menghilangkan kebiasaan buruk rajanya itu.
Pada suatu hari raja dan menterinya pergi berjalan-jalan di halaman istana. Tiba-tiba mereka melihat seekor kura-kura tergeletak di lantai. Tempurungnya terbelah menjadi dua. “Sungguh ajaib!” kata Sang Raja dengan heran. “Bagaimana hal ini dapat terjadi?” Lalu Raja mulai dengan dugaan-dugaannya. Dia terusmenerus membicarakan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dengan kura-kura itu.
Sang Menteri hanya mengangguk-anggukkan kepala menunggu kesempatan berbicara. Kemudian dia merasa menemukan cara terbaik untuk menghilangkan kebiasaan buruk Sang Raja. Ketika Sang Raja menarik napas untuk berbicara lagi, Sang Menteri segera menukas dan berkata, “Paduka, saya tahu kejadian sebenarnya yang dialami kura-kura naas ini!” “Benarkah? Bila begitu, lekas katakan,” kata Raja penuh rasa ingin tahu. Dengan penuh keseriusan Sang Raja mendengarkan cerita menterinya. Sang Menteri pun mulai bercerita. Kura-kura itu awalnya tinggal di sebuah danau di dekat pegunungan Himalaya.
Ebook Islam
Di sana terdapat juga dua ekor angsa yang selalu mencari makan di danau tersebut. Mereka pun akhirnya bersahabat. Pada suatu hari dua ekor angsa itu menemui kura-kura yang sedang berjemur di tepi danau. “Kura-kura, kami akan segera kembali ke tempat asal kami yang terletak di gua emas di kaki Gunung Tschittakura. Daerah tempat tinggal kami adalah daerah terindah di dunia. Tidakkah engkau ingin ikut kami ke sana?” tanya Sang Angsa. “Dengan senang hati aku akan turut denganmu,” sahut kura-kura riang. “Tetapi, sayangnya aku tak dapat terbang seperti kalian,” lanjutnya dengan wajah mendadak sedih. “Kami akan membantumu agar dapat turut bersama kami ke sana.
Tapi selama dalam perjalanan kamu jangan berbicara karena akan membahayakan dirimu,” kata angsa. “Aku akan selalu mengingat laranganmu. Bawalah aku ke tempat kalian yang indah itu,” janji kura-kura. Lalu kedua angsa tersebut meminta kura-kura agar menggigit sepotong bambu. Kemudian kedua angsa tersebut menggigit ujung-ujung bambu dan mereka pun terbang ke angkasa. Ketika kedua angsa itu sudah terbang tinggi, beberapa orang di Benares melihat pemandangan unik tersebut.
Ebook Islam
Mereka pun tertawa terbahak-bahak sambil berteriak. “Coba, lihat! Sungguh lucu. Ada dua ekor angsa membawa kura-kura dengan sepotong bambu.” Kura-kura yang suka sekali bicara merasa tersinggung ditertawakan. Dia pun lupa pada larangan kedua sahabatnya. Dengan penuh kemarahan dia berkata, “Apa anehnya? Apakah manusia itu sedemikian bodohnya sehingga merasa aneh melihat hal seperti ini?” Ketika kura-kura membuka mulutnya untuk berbicara, dua ekor angsa itu sedang terbang di istana.
Kura-kura pun terlepas dari bilah bambu yang digigitnya. Dia terjatuh tepat di sini dan tempurungnya terbelah dua. “Kalau saja kura-kura itu tidak suka berbicara berlebih-lebihan, tentu sekarang dia telah tiba di tempat sahabatnya,” kata Sang Menteri mengakhiri ceritanya sambil memandang Sang Raja. Pada saat bersamaan Raja pun memandang menterinya. “Sebuah cerita yang menarik,” sahut Sang Raja sambil tersenyum. Dia menyadari kemana arah pembicaraan menterinya. Sejak saat itu, Sang Raja mulai menghemat kata-katanya. Dia tidak lagi banyak bicara. Tentu saja Sang Menteri amat senang melihat kenyataan itu.
diambil dari :
http://alkisah.ateonsoft.com/2009/01/cerita-anak-kisah-raja-dan-kura-kura.html
Hello world! September 9, 2009
Posted by ypiannur in Cerita Anak Islami.add a comment
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
